Merti Dusun Ganjuran bukan sekadar ritual bersih desa biasa, melainkan sebuah simbol perlawanan historis dan ruang harmoni sosial yang diwujudkan melalui rasa syukur atas pangan. Tradisi dua tahunan di Padukuhan Ganjuran, Caturharjo, Sleman ini mementaskan nilai ketahanan pangan sejak zaman penjajahan.
Mengapa Istimewa?
- Monumen Perlawanan Petani: Tradisi ini memperingati keteguhan para pendiri dusun di masa pendudukan Jepang. Saat itu, leluhur Ganjuran berani menolak perintah menanam kapas demi mempertahankan tanaman padi agar warga tidak kelaparan.
- Perayaan Kedaulatan Pangan: Simbol utamanya adalah jodang (kotak kayu pengangkut makanan) dan hasil bumi yang diarak sebagai penanda bahwa padi adalah sumber kehidupan yang berhasil dipertahankan.
- Perekat Lintas Batas: Acara ini meleburkan perbedaan status sosial dan keyakinan, menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam gotong royong dan doa bersama.
Rangkaian Prosesi Unik
- Kirab Istiadat: Warga mengarak jodang dan gunungan dengan mengenakan atribut tradisional seperti caping, tenggok, kenthongan, hingga tameng pedang.
- Kembul Bojono: Tradisi makan bersama seluruh warga di lokasi acara sebagai wujud kesetaraan dan kebersamaan yang hangat.
- Gelar Seni Tradisi: Pentas budaya seperti wayang kulit atau jathilan ikut menyemarakkan malam syukuran.
Merti Dusun Ganjuran mengingatkan kita bahwa sepiring nasi hari ini adalah buah dari keberanian para pendahulu dalam merawat bumi.
Bentuk Sarana dan Prasarana : Jodang, umbul umbul, tombak, tameng pedang, caping, tenggok, panah, kenthongan.
Lokasi Kegiatan : Lapangan Volley Ganjuran
Waktu Pelaksanaan (Kalender Jawa & Masehi) : 15 Juni setiap 2 tahun sekali , dan masih dilaksanakan sampai saat ini.
