September 24, 2026
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Nyadran Ageng

January 30, 2026

DAPOBUD-OPK: Adat Istiadat,

Nyadran Ageng adalah tradisi kenduri massal dan festival budaya megah masyarakat Jawa yang digelar setahun sekali di bulan Ruwah (Sya’ban) sebagai sarana menghormati leluhur sekaligus menyambut bulan suci Ramadan. Berbeda dengan nyadran biasa yang lingkupnya kecil di pemakaman desa, Nyadran Ageng (seperti yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan Caturharjo Di 20 Padukuhan) mengintegrasikan ritual sakral ke dalam perayaan publik skala besar yang melibatkan ribuan warga.

Sisi Menarik Nyadran Ageng

  • Akulturasi Tiga Peradaban: Ritual ini menggabungkan elemen animisme kuno, upacara Sraddha zaman Hindu-Buddha, dan nafas doa Islam Kejawen.
  • Rayuan Visual Gunungan: Warga mengarak puluhan gunungan raksasa berisi hasil bumi dan jajanan pasar melalui kirab budaya yang meriah.
  • Rebutan Berkah: Setelah doa bersama, puncak acara ditandai dengan momen seru saat ribuan warga saling berebut isi gunungan sebagai simbol mencari berkah.
  • Kembul Bujono: Tradisi makan bersama secara massal di atas daun pisang, di mana pejabat dan warga biasa duduk setara tanpa sekat sosial.

Filosofi yang Terkandung

  • Mikul Dhuwur Mendem Jero: Menjunjung tinggi kebaikan para leluhur dan mengubur dalam-dalam kesalahan masa lalu mereka.
  • Memayu Hayuning Bawana: Menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
  • Pengingat Kematian: Membersihkan makam menjadi refleksi spiritual bahwa setiap manusia yang hidup kelak akan menyusul ke liang kubur.
  • Harmoni Sosial: Menjadi perekat persaudaraan (sedulur) untuk saling memaafkan demi membersihkan hati sebelum memasuki bulan puasa.