1. Berdirinya Dusun Keceme dan Kleben (Gapura)
Dusun Keceme ada nama Keceme Ngentak dan Keceme Dadapan. Istilah Ngentak diambil dari kata Ketak. Ketak
yaitu makanan yang dihasilkan dari proses pembuatan minyak goreng. Bahan yang dipergunakan adalah Kepala yang sudah tua dan kering dan diparut selanjutnya diperas dan di ambil santannya.Sedangkan munculnya Dusun
Kleben menurut cerita yang turun temurun, setiap musim hujan rawa yang ada di sebelah utara wilayah tersebut
sering meluap sampai ke wilayah selatan menggenangi Masjid Tiban. Orang –orang sekitar Masjid Tiban menyebut daerah Keleban (wilayah yang tergenang air). Menurut cerita dari nenek moyang dan turun-temurun wilayah Kleben adalah wilayah Ledok (daerah dataran rendah yang banyak airnya). Sampai sekarang sungai diantara Dusun Keceme sampai ke Wilayah Kleben meskipun terjadi musim kamarau panjang tempat tersebut tidak pernah kekeringan. Sumber mata air yang mengalir di antara Dusun Keceme Dadapan dan Keceme Ngentak sampai di Wilayah Dusun Kleben tidak pernah berhenti. Sehingga wilayah tersebut diberinama Dusun Kleben
2. Berdirinya Dusun Malang (Gapura)
Pada Tahun 1800 s/d 1810 terjadi erupsi gunung merapi yang melanda Dusun Malangrejo berupa bebatuan dan pasir yang sampai ke Dusun tersebut. Erupsi terjadi dari arah Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel melewati sebelah timur Dusun Plumbon dan mengalir kearah selatan melewati timur Dusun Keceme, Pojokan Bejen, Timur Dusun Klumprit dan berhenti di Dusun Watu Karung Kalurahan Margoagung Kapanewon Seyegan yang sampai sekaranga masih banyak peninggalan batu-batu besar yang terpendam di kedalaman ½ meter dari permukaan tanah sawah dan pekarangan. Untuk luapan pasir dari arah Pojokan bejen belok kearah timur melewati utara Dusun Ngemplak belok keselatan menerjang sebagian utara dan timur Dusun Ngemplak. Selanjutnya mengalir ke selatan melewati timur Dusun Beteng Kalurahan Margoagung Kapanewon Seyegan dan berhenti di tengah Dusun Ngetal
Margoagung Kapanewon Seyegan.Setelah terjadi dilanda erupsi di Dusun ngemplak dan sekitarnya dilanda lagi wabah penyakit Pes. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang dibawa oleh kutu yang tinggal di tikus. Karena wabah tersebut banyak warga masyarakat yang sakit dan sampai meninggal dan dimakamkan di makam talang paten. Agar disebelah utara Dusun Ngemplak warga masyarakat yang tinggal disana tidak terkena dampak erupsi dan penyebaran penyakit pes, maka dari orang winasis atau paranormal dipalangi ataupun dibentengi dengan doa dan banyak macam sesaji. Ritual tersebut bermaksut untuk membentengi ataupun memagari wabah dari Dusun Ngemplak agar tidak menjalar ke Utara maka sebelah utara Dusun Ngemplak dinamai Dusun Malangrejo.
3. Berdirinya Dusun Mangunan (Makam)
Terdapat makam Mbah Mangun yang konon ceritanya adalah salah seorang penduduk yang tinggal di Mangunan dan dimakamkan di makam/ sasonoloyo Mangunan. Pada waktu itu Dusun Mangunan adalah dusun yang terletak di daerah termasuk daerah gersang (Tegalan). Di daerah Mangunan terdapat sebutan Dusun
Karang Mangunan, Malang Nduwet, Karetan dan Tegal Mangunan. Karang Mangunan terdapat di sisi paling timur
dusun mangunan dipisahkan dengan sungai Pusung yang ada di Dusun Mangunan. Sedangkan Karetan
Mangunan disitu terdapat pohon karet besar yang dibawahnya pernah dijadikan untuk tempat transaksi ataupun jual beli yang disebut pasar Karetan. Sedangkan Tegal Mangunan terdapat pada sisi sebelah Barat Mangunan yang jaman dahulu merupakan daerah Tegalan sehingga orang menyebut Mangunan Tegal. Dusun Mangunan pada waktu itu sekitar tahun 1895 terdapat seniman/Yogo yang mengembangkan Seni perdalangan dan karawitan yang di pimpin dan di uri-uri oleh Mbah Mangun. Ini berkaitan dengan pemberian nama padukuhan Ngemplak, Kendangan dan Dalangan. Pada waktu itu menurut nenek moyang yang turun temurun terdapat cerita bahwa Dusun Mangunan merupakan pusat seni karawitan. Dan warga sekitar kalau mencari seseorang sering menyebut wilayah Mbah Mangun, dan lama kelamaan menjadi Dusun Mangunan. Salah satunya pertunjukan wayang sebagai pengrawit manyoritas adalah warga Dusun Mangunan.
4. Berdirinya Dusun Sanggragan (Gapura)
Cikal bakal dari Dusun Sanggrahan adalah Kyai Muhammad Sari dan Nyai Ahmad Sari. Kyai Muhammad Sari merupakan murid dari Kanjeng Sunan Derajat. Menurut cerita turun-temurun, sempat terjadi kebinggungan dalam memberikan nama dusun tersebut. Karena pada zaman dahulu dusun tersebut pernah dijadikan tempat persinggahan seorang prajurit kraton yang bernama R. Suryoningrat beserta istri dan hewan peliharaannya. Maka munculah nama Sanggrahan yang berasal dari kata Sanggrah atau Singggah. Dusun Sanggrahan memiliki beberapa
petilasan, diantaranya Sendhang Gayam dan Sendhang Ngipik (terdiri dari Sendhang Kakung dan Sendhang Putri).
Kedua Sendhang tersebut sudah mengalami beberapa kali renovasi dari dana Pemerintah Kalurahan Caturharjo.
